Calon Pengantin Dibacok Dua Lelaki

Kompas.com - 21/05/2008, 08:15 WIB

JAKARTA, RABU - Deni (20), warga Warungnangka RT 05 RW 06, Ciawi, Bogor, dikeroyok dua pria di pinggir Jalan Tol Jagorawi STA 42 B, Ciawi, Selasa (20/5) dini hari. Diduga, salah satu pengeroyok calon pengantin ini adalah pria yang cintanya ditolak Sumiyati (18), calon istri Deni.

Hingga semalam, pedagang sayur di kawasan Empang Bogor Selatan itu masih dirawat di RS PMI Bogor, ruang Kenanga. Menurut Deni, dini hari itu dia berjalan pulang di pinggir jalan tol. Di tengah keremangan, tiba-tiba punggungnya disabet senjata tajam oleh orang tak dikenal. Dia seketika tersungkur, sementara si penyerang kembali mengayunkan senjatanya dan mengenai kaki.

Meski terluka, Deni berusaha melawan. Melihat hal itu, para penyerang semakin kalap dan menyabetkan kembali senjata tajamnya. Deni menangkis sehingga tangan kanannya berlumuran darah. Karena Deni terus melawan, para penyerang akhirnya melarikan diri.

"Saya sempat berhadapan dengan penyerang yang ternyata dua pria. Tapi, saya tidak bisa mengenalinya karena bertopeng. Saya tidak berdaya dan jatuh di pinggir jalan tol. Tidak lama kemudian mobil patroli jalan tol menemukan saya dan membawa saya ke rumah sakit," kata Deni di RS PMI, Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor.

 

 

Akan Menikah

Pengeroyokan terhadap Deni itu terjadi seminggu menjelang hari pernikahannya dengan Sumiyati, pengamen di Terminal Baranangsiang. Kedua pihak sepakat  pernikahan akan dilangsungkan di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Sumiyati tidak dapat menahan tangis ketika mengetahui calon suaminya luka parah karena dianiaya dua lelaki. Saat ditemui, dia tengah sesenggukan di samping tempat tidur Deni di RS PMI. "Senin (19/5) malam saya tidak bisa tidur. Ternyata itu firasat Deni mengalami musibah," katanya.

Apakah yang menganiaya Deni itu pria yang cintanya ditolak Sumiyati? Sumiyati mengaku tidak berpikir ke arah itu meskipun mengakui selama ini ada dua pria yang pernah menyatakan cintanya dan keduanya dia tolak. (Warta Kota/AKN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau